Melihatmu untuk kesekian kalinya, membuat
memoriku beranjak dari persembunyiannya. Terkadang perasaan yang telah lama
berdiam, kembali seperti sedia kala saat pertama kali perasaanku terhadapmu
muncul, saat perasaan itu berlomba-lomba untuk memiliki dirimu. Perasaanku
terhadapmu tidak pernah benar-benar hilang, perasaan itu hanya bersembunyi di
relung hatiku dan seakan-akan muncul saat sesuatu yang menerka retina mataku,
lalu terpantul mengenai otak kecilku, mengolahnya, dan tersalurkan ke dalam
hatiku yang berfungsi untuk merasakan emosi dan berbagai macam perasaan. Aku
sering berfikir akankah nantinya perasaanku benar-benar terhapus terhadapmu,
akankah melihatmu tidak berefek lagi? Kau tahu saat ada banyak pemikiran bermunculan
didalam otakku menawarkan berbagai cara bagaimana untuk melupakanmu, aku lebih
menolak walaupun rasa sakit berkecamuk di dalam batinku. Saya tidak memintamu
untuk mencintaiku, untuk tinggal di dalam hidupku, untuk waktu yang cukup lama,
tidak seperti itu, aku hanya memintamu untuk sejenak singgah di hidupku, tidak
memintamu sepenuhnya memiliki perasaan terhadapku, tidak sepenuhnya memintamu
memfokuskan pikiran dan hatimu terhadapku. haruskah aku menyalakan waktu yang
tidak pernah mengijinkanmu untuk sejenak bersamanku, orang bilang bukan cinta
yang salah tapi waktu, setujuh kah kau dengan pernyataan itu? Waktu itu tidak
pernah salah, yang salah itu kau, dia dan saya, salah ketika kau mencintai dia,
dia mencintai saya, dan saya mencintaimu, sadarkah kamu itu terdengar sangat
lucu bahkan sangat lucu, sampai-sampai tersenyum mendengar kata-kata itu pun
aku sudah tidak bisa. Manusiawi memang kalau kau menginginkan sesuatu dan
berharap bisa memilikinya, begitu pun dengan aku, saat ada peluang untuk berada
dan berdiri di sampingmu, aku akan mengambil kesempatan itu dan mencoba
berbagai cara untuk mendapatkamu seutuhnya walaupun untuk waktu yang tidak
menentu. Nanti apa jadinya kalau memang waktu dan takdir tidak pernah
mengijinkan aku dan kau bersama, sementara
perasaanku terhadapmu masih sama, akankah aku memarahi waktu dan yakdir yang
terlalu egois kepadaku? Dia beruntung pernah memilikimu, aku juga ingin akan
hal itu, tapi bagaimana caranya apa kau tahu, jangankan memilikimu, membuatmu
tersenyum padaku saja sangat sulit.
Aerla Findy Matasak
AFM17
18 November 2014
09:42
“It’s okay That’s Love”