Jumat, 23 Januari 2015

#last Posting



        Entah untuk saat ini aku bertanya apakah aku masih menyukaimu atau tidak, aku sendiri pun bingung. Aku tidak tau apakah perasaan yang ada dalam hatiku ini terhadapmu apakah masih bisa disebut perasaan cinta, entahlah. Untuk waktu yang cukup lama tanpa dihiasi kehadiranmu, untuk pertama kalinya aku merasakan kejenuhan terhadapmu, aku merasa seakan kamu memang tidak akan pernah untuk datang singgah di hidupku. Bisakah aku bercerita kepadamu tentang kisahku saat begitu banyak waktu yang menyitaku terjebak di dalam perasaan terhadapmu? Bisa kah kau datang menyapaku disaat aku tidak menyapamu? Bisakah kau datang untuk sejenak menaruh hati padaku? Tolong jangan membuatku hidup didalam pengandai-andaikan kata “BISAKAH”, rasanya membuatku seakan muak kau tahu?. Akankah nantinya ada keceriaan buatku karena sudah sabar menunggumu dalam waktu yang sangat lama?. Bisakah hadiah itu menghadirkanmu di sini tepat disisiku, tepat berada sejajar di sampingku, supaya aku bisa lebih dekat menjangkaumu. Kapan rasa bosan datang menghampiriku, merangkul dan membawa rasa cintaku terhadapmu dan mengubahnya menjadi rasa bosan, atau tidak bisakah aku mendapat jawaban atas setiap pertanyaanku itu,kenapa sangat sulit untuk mendapat jawaban atas pertanyaanku? Haruskah takdir menempatkanku didalam sebuah lingkup yang begitu tak nyaman, dimana aku harus menunggumu yang aku sendiri tak tahu apakah kau akan datang atau tidak dan juga aku harus menunggu jawaban atas setiap pertanyaan yang ku ajukan kepada alam semesta selama ini. Bisakah kau memberitahuku bagaimana supaya aku dapat bersamamu! Bisakah kau memberiku alasan kenapa kau tidak membalas perasaanku! Bisakah kau menanyakan pertanyaanku itu pada Tuhan, kau tahu sudah sangat banyak air mata yang aku teteskan saat menantimu, kau tahu rasanya sangat sakit memendam perasaan terhadapmu tanpa tahu apa jawabanmu. Untuk waktu yang sudah sangat lama aku menyimpan perasaan ini terhadapmu, di dalam diam aku bergelut dengan dunia dan caraku sendiri, aku menatap dari kejauhan hatiku, saat kau bersama orang lain, yang ku katakan pada diriku sendiri untuk tetap bersabar, bisakah aku akan selalu bersabar menantimu? Bisakah aku…?
Bagaimana caranya mengubah posisimu di dalam hatiku supaya kamu tidakmenguasahi hatiku, bisa kau sedikit menyingkirkanmu, supaya orang lain bisa mengisinya? Rasanya sangat susah jangankan menggesermu dari hatiku, menyentuhmu saja sudah membaut air mataku menetes, jadi bagaimana kau akan menjelaskan tentang keegoisan hatimu ini terhadapku? apakah nanti kamu bisa menjelasknanyanya secara terperinci supaya aku bisa meyakinkan diriku bahwa menantimu selama ini bukanlah hal yang membuang-buang waktu saja,