Entah untuk saat ini aku bertanya apakah aku masih
menyukaimu atau tidak, aku sendiri pun bingung. Aku tidak tau apakah perasaan
yang ada dalam hatiku ini terhadapmu apakah masih bisa disebut perasaan cinta,
entahlah. Untuk waktu yang cukup lama tanpa dihiasi kehadiranmu, untuk pertama
kalinya aku merasakan kejenuhan terhadapmu, aku merasa seakan kamu memang tidak
akan pernah untuk datang singgah di hidupku. Bisakah aku bercerita kepadamu
tentang kisahku saat begitu banyak waktu yang menyitaku terjebak di dalam
perasaan terhadapmu? Bisa kah kau datang menyapaku disaat aku tidak menyapamu?
Bisakah kau datang untuk sejenak menaruh hati padaku? Tolong jangan membuatku
hidup didalam pengandai-andaikan kata “BISAKAH”, rasanya membuatku seakan muak
kau tahu?. Akankah nantinya ada keceriaan buatku karena sudah sabar menunggumu
dalam waktu yang sangat lama?. Bisakah hadiah itu menghadirkanmu di sini tepat
disisiku, tepat berada sejajar di sampingku, supaya aku bisa lebih dekat
menjangkaumu. Kapan rasa bosan datang menghampiriku, merangkul dan membawa rasa
cintaku terhadapmu dan mengubahnya menjadi rasa bosan, atau tidak bisakah aku
mendapat jawaban atas setiap pertanyaanku itu,kenapa sangat sulit untuk
mendapat jawaban atas pertanyaanku? Haruskah takdir menempatkanku didalam
sebuah lingkup yang begitu tak nyaman, dimana aku harus menunggumu yang aku
sendiri tak tahu apakah kau akan datang atau tidak dan juga aku harus menunggu
jawaban atas setiap pertanyaan yang ku ajukan kepada alam semesta selama ini.
Bisakah kau memberitahuku bagaimana supaya aku dapat bersamamu! Bisakah kau
memberiku alasan kenapa kau tidak membalas perasaanku! Bisakah kau menanyakan
pertanyaanku itu pada Tuhan, kau tahu sudah sangat banyak air mata yang aku
teteskan saat menantimu, kau tahu rasanya sangat sakit memendam perasaan
terhadapmu tanpa tahu apa jawabanmu. Untuk waktu yang sudah sangat lama aku
menyimpan perasaan ini terhadapmu, di dalam diam aku bergelut dengan dunia dan
caraku sendiri, aku menatap dari kejauhan hatiku, saat kau bersama orang lain,
yang ku katakan pada diriku sendiri untuk tetap bersabar, bisakah aku akan
selalu bersabar menantimu? Bisakah aku…?
Bagaimana caranya mengubah posisimu di dalam hatiku
supaya kamu tidakmenguasahi hatiku, bisa kau sedikit menyingkirkanmu, supaya orang
lain bisa mengisinya? Rasanya sangat susah jangankan menggesermu dari hatiku,
menyentuhmu saja sudah membaut air mataku menetes, jadi bagaimana kau akan
menjelaskan tentang keegoisan hatimu ini terhadapku? apakah nanti kamu bisa
menjelasknanyanya secara terperinci supaya aku bisa meyakinkan diriku bahwa
menantimu selama ini bukanlah hal yang membuang-buang waktu saja,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar